TENTANG DIABETES
Menurut WHO, diabetes adalah ancaman yang meningkat bagi kesehatan masyarakat, menyangkut perkiraan jumlah 177 juta penduduk dunia pada tahun 2000, meningkat dari perkiraan jumlah 30 juta pada tahun 1985. Diabetes tipe 2, awalnya dipertimbangkan sebagai penyakit orang dewasa dan kebanyakan diduga berkaitan dengan obesitas dan kegiatan hidup yang kurang gerak, pada akhir-akhir ini telah bertumbuh sebagai epidemic dan terjadi pada remaja dan bahkan anak-anak.
Diabetes adalah penyebab utama penyakit ginjal tahap akhir, serangan jantung, stroke, penyakit mata dan kebutaan, diabetes pada kaki dan berbagai komplikasi mahal lainnya. Reset telah dengan jelas menunjukan bahwa perawatan diabetes yang menjaga glukosa darah pada kadar yang normal dapat mengurangi resiko komplikasi lainnya, dan dapat dengan nyata memperlambat perkembangan komplikasi. Penyelidikan menunjukan bahwa orang yang beresiko terkena diabetes dapat mengurangi resiko pengembangan penyakit sebanyak 50 persen dengan cara mengurangi berat badan secara seimbang dan berolahraga secara teratur.
Diabetess cenderung menurun dalam keuarga. Menurut Joslin Diabetes Center Boston yang berafiliasi dengan Harvard Medical School, mereka yang paling beresiko terkena diabetes adalah orang-orang yang:
  • berusia 45 tahun atau lebih
  • kelebiahan berat
  • kegiatan fisik yang kurang aktif
  • telah sebelumnya terindikasi memiliki IFG (impaired fasting glucose) or IGT (impaired glucose tolerance)
  • memiliki riwayat keluarga yang terkena diabetes
  • bagian dari kelompok etnik tertentu (termasuk Asia, Africa, Hispanic and America Asli, Aborigin Australia, India dan keturunan Timur Tengah)
  • pernah memiliki diabetes pada waktu hamil atau pernah melahirkan anak dengan berat lebih dari 9 pon (4 kg)
  • memiliki tekanan darah yang meningkat
  • memiliki kadar kolesterol HDL (kolesterol "baik") sebanyak 35 mg/dl (1,94 m mol/L) atau lebih rendah dan/atau kadar triglyserin sebesar 250 mg/dl (13,9 m mol/L) atau lebih besar
  • memiliki polycystic ovary syndrome
  • memiliki riwayat penyakit berhubungan dengan pembuluh darah
Kelaziman Global dari diabetes menurut WHO, 2004 Perkiraan untuk tahun 2000 dan Projeksi untuk tahun 2030
Ranking 2000 2030
Negara Orang yg terkena diabetes (juta) Negara Orang yg terkena diabetes (juta)
1 India 31.7 India 79.4
2 China 20.8 China 42.3
3 USA 17.7 USA 30.3
4 Indonesia 8.4 Indonesia 21.3
5 Japan 6.8 Japan 13.9
6 Pakistan 5.2 Pakistan 11.3
7 Russian Federation 4.6 Russian Federation 11.1
8 Brazil 4.6 Brazil 8.9
9 Italy 4.3 Italy 7.8
10 Bangladesh 3.2 Bangladesh 6.7
Beta cells secreting insulin into the blood stream Insulin adalah hormon yang memungkinnkan sel untuk mengekstrak glukosa dari darah dan menjadikannya tenaga. Ketika seseorang terkena diabetes, baik karena pancreasnya tidak memproduksi insulin yang dibutuhkan – Type 1 diabetes mellitus (DM1), atau tubuh mereka tidak dapat menggunakan insulin ini secara efektif. – Type 2 diabete mellitus (DM2). Kedua type DM berarti ada kelebihan gula didalam darahnya.

Tujuan perawatan DM adalah mengurangi kadar gula dalam darah ketingkat yang normal.

Perawatan bagi DM adalah diet, olah raga dan pengawasan berat badan. Tablet dan/atau suntikan kemungkinan juga dibutuhkan. Mereka dengan DM1 membutuhkan suntikan insulin setiap hari seumur hidup.
Increased glucose on red blood cells in someone with hyperglycaemia
Diagnosa WHO dan penggolongan diabetes mellitus
Penggolongan Plasma Glucose
Puasa 2 hours
mmol/l mg/dl mmol/l mg/dl
Diabetes = 7.0 = 126 = 11.1 = 200
Impaired Glucose Tolerance (IGT) < 7.0 < 126 < 7.8 – 11.0 < 140 - 200
Impaired Fasting Glucose (IFG) 6.1 - 6.9 110 - 124 < 7.8 < 140
Normal < 6.1 < 110 < 7.8 < 140

Kondisi terkait adalah obesitas, tekanan darah tinggi dan dyslipidaemia, yang bersama dengan diabetes telah dijuluki “Kuartet Maut”. Dengan adanya faktor-faktor resiko ini, ada kemungkinan peningkatan yang besar atas pembuluh darah jantung bahkan mencakup stroke dan masalah katup jantung.


Obesitas
didefinisikan oleh WHO sebagai memiliki Body Mass Index (BMI) 30 atau lebih besar.
Anda dapat menghitung BMI Anda dengan membagi berat anda dalam Kg dengan tinggi Anda (m)2.
Klasifikasi Status Berat dengan BMI
Klasifikasi BMI (kg/m2)
Tidak kelebihan berat < 25
Kelebihan berat
Pre-obesitas 25.0 – 29.9
Obesistas > 30
Klasifikasi Obesitas Perut dengan Lingkar Pinggang
Klasifikasi Lingkar Pinggang (cm)
Pria Wanita
Tidak kelebihan berat < 94.0 < 80
Kelebihan berat
Pre-obesitas 94.0 – 101.9 80.0 – 87.9
Obesitas = 102.0 = 88.0



Merokok
Beta cells secreting insulin into the blood stream


mewakili resiko utama faktor penyebab penyakit pernapasan dan pembuluh darah.

Orang yang terkena DM tidak boleh merokok.





Lipid Status
Resiko berkaitan dengan total kolesterol tinggi CVD dimurnikan dengan mempertimbangkan fraki-fraki kolesterol, yaitu LDL yang meningkat dan HDL ygang ditekan. Tryglierin yang meningkat adalah juga resiko faktor CVD, khususnya apabila digabungkan dengan dengan HDL rendah sebagaimana sering terdapat pada DM.

Kelas obat yang dikenal sebagai statins umumnya diresepkan bagi kolesterol tinggi.

Klasifikasi Kadar Lemak
Klasifikasi Konsentrasi Lemak Darah (mmol/l)
Cholesterol HDL-cholesterol LDL-cholesterol Triglycerides
Normal < 5.5 = 1.0 < 3.5 < 2.0
Abnormal = 5.5 < 1.0 = 3.5 = 2.0



Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah yang meningkat menunjukan faktor resiko yang tinggi bagi pembuluh darah jantung dan penyakit ginjal.

Klasifikasi Tekanan Darah
Klasifikasi Tekanan Darah (mmHg)
Systolic Diastolic
Normal < 140 < 90
Tekanan Darah Tinggi = 140 = 90

Kelas obat yang dikenal sebagai anti-hypertensive umumnya diresepkan bagi tekanan darah tinggi. Penghambat ACE adalah pilihan obat-obat bagi permasalahan ginjal.


Diet
Petunjuk yang direkomendasikan oleh Joslin Diabetes Center adalah sebagai berikut:

Karbohidrat  harus memberi 40% energi yang masuk :
  • terutama terdiri dari makanan dengan glycaemic index (GI) rendah – daun-daunan hijau, wortel, kembang kol, kol, jamur, bawang, jahe , lobak, zucchini, terong seleri dll


  • makanan-makanan dengan GI tinggi (karbohidrat yang dimurnikan atau biji-bijian yang diproses dan makanan yag mengandung zat tepung khusunya pasta, roti putih, cereal dangan serat yang kurang dan kentang putih) harunya dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit

Carbohydates Protein  harusnya menyediakan 20-25% total energi harian (ikan, daging, ayam, susu, keju, produk-produk kedelai)


Lemak harusnya menyediakan 30-35% total kalori masuk: lemak jenuh <10% atau <7% bila LDL >100:
  • Monounsaturated:15-20%


  • Polyunsaturated:10%

Diet Anda harusnya mencakup karbohidrat yang dimurnikan (gula) yang sangat sedikit demikian juga alkohol.


Supplemen
Vitamin B6 dan Magnesium

Bila Vitamin B6 (pyridoxine) sangat sedikit diperoleh, asam amino yang penting dari protein – tryptophane – tidaklah dipergunakan secara normal. Sebaliknya ia berubah menjadi zat yang dikenal sebagai asam Xanthurenic.

Bila tubuh kekurangan Vitamin B6, maka asam, Xanthurenic menjadi meningkat dan merusak pancreas yang kemudian akan menaikan kadar gula darah.

Magnesium mengurangi kebutuhan tubuh akan Vitamin B6 apabila ditambahkan dalam diet, asam Xanthurenic akan berkurang.

Lemak jenuh meningkatkan kebutuhan akan Magnesium.


Protein tinggi, diet kalori tinggi meningkatkan kebutuhan tubuh atas Vitamin B6 and mempercepat kerusakan atas pancreas apabila kekurangan vitamin.

Whole grains – Rice, Barley, Oat, Rye, Wheat, Millet, Buckwheat , Quinoa Konsumsi gula yang berlebihan umumnya akan meningkatkan kebutuhan tubuh atas baik insulin dan Vitamin B6.

Orang yang sedikit kekurangan Vitamin B6 mengeluarkan asam Xanthurenic jauh sebelum berbagai tanda-tanda kekurangan terlihat. Semua diabetes terlihat mengeluarkan sejumlah besar asam Xanthurenic yang menandakan kerusakan bertambah pada pangkreas.

Semua Vitamin B adalah larut dalam air dan dengan mudah habis melalui urine. Semakin banyak pengeluaran urine, semakin besar berkurangnya.

Kekurangan sejumlah mineral, seperti kalium, magnesium, den kemungkinan juga seng serta chromium, dapat memperburuk tidak terkendalinya karbohidrat.

Dalam literatur-literatur direkomendasikan agar seseorang dengan masalah diabetes atau riwayat keluarga demikian disarankan untuk menggunakan 10 mg Vitamin B6 dan 500 mg Magnesium setiap harinya.

Secara umum, kita harus mencari buah-buahan yang utuh dan tidak dimurnikan bukan saja karena makanan yang telah dimurnikan kehilangan mikro nutrisinya, tetapi juga bahayanya zat-zat tambahan atau proses yang digunakan misalnya – pemutihan beras dan tepung, sirup jagung dengan fruktosa tinggi, monosodium glutimate (MSG) – penyedap dengan akibat obesitas, penahan inuslin, hyperglycemia and glycosuria.

Fruits Tidak ada alasan untuk merekomendasikan bahwa orang dengan diabetes menghindari fruktosa dalam buah-buahan, sayuran, dan makanan lainnya, namun penambahan fruktosa sebagai pemanis tidaklah disarankan.

Makanan yang mengandung karbohidrat dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan susu kadar lemak rendah haru diikutkan dalam diet yang sehat.

Berkaitan dengan efek glycemic pada karbohidrat, jumlah total karbohidrat dalam makanan ataupun jajanan adalah lebih penting daripada asalnya maupun jenisnya.

Diet rendah lemak bila dijaga dalam jangka panjang akan menyumbang pada pengurangan berat yang tepat dalam dyslypidemia.

Dua sampai tiga sajian ikan perminggu dapat disarankan untuk menyediakan lemak polyunsaturated diet Omega 3.

Olah raga dan perubahan kebiasaan adalah sangat bermanfaat sebagai tambahan bagi strategi pengurangan berat. Latihan membantu dalam menjaga pengurangan berat. Diet pengurangan berat yang standar apabila dilakukan tanpa yang lainnya tidaklah menghasilkan pengurangn berat jangka-panjang. Dibutuhkan pola hidup intensif dan terstukur.

Bila eseorang memilih untuk mengkonsumsi alkohol, disarankan bagi pria dewasa untuk tidak lebih dari dua takaran perhari dan atu takaran bagi wanita dewasa.

Minuman terbaik tentulah adalah air.

Fruits Apabila terlalu banyak inulin diberikan atau terlalu sedikit makanan yang dimakan, gejala-gejala kadar gula rendah – kelemahan, nervous, pusing, sakit kepala, tangan gemetar, dan kehilangan kesadaran atau blakout – dapat di bangkitkan dengan cepat yang disebut ‘inulin hock’.

Apabila terlalu edikit inulin yang diberikan, gula tidak dapat memasuki sel-sel. Lemak sendiri haru digunakan untuk pemanasan dan energi, namun tidaklah dapat dibakar secara efiien tanpa adanya gula. Sejumlah asam dan acetone, dibentuk dari lemak yang tidak dimanfaatkan secara penuh, menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan acetone acidois. Asam-asam dinetralkan dengan kombinasi sodium dan kalium, dan garam yang terbentuk dikeluarkan melalui urine. Acetone, sebahagian dikeluarkan melalui pernafasan, memberi karakter bebauan buah dari si pasien yang memiliki diabetes yang tak terkendali.

Bahkan acidois ringan dapat menyebabkan keletihan, nervou, sakit kepala dan rasa mual. Acidosis yag parah dapat merampas kalium tubuh sehingga dapat terjadi ketidaksadaran, koma diabetes dan bahkan kematian.

Tingkatan Kadar Gula
TINGKATAN mmol/L mg/dl GEJALA-GEJALA
KADAR GULA DARAH TINGGI
Hyperglycaemia
23.0 414
  • Sangat haus
  • Keletihan
  • Lemah
  • Kehilangan Berat
  • Sering buang air kecil
  • Pandangan kabur
21.0 378
19.0 324
17.0 306
15.0 270
13.0 234
10.0 180
GULA DARAH NORMAL 7.0 126  
6.0 108
5.0 90
GULA DARAH RENDAH
Hypoglycaemia
3.8 68.4
  • Rasa Lapar
  • Berkeringat
  • Mual
  • Lekas marah
  • Lemah
  • Berguncang
  • Sakit kepala
  • Bingung
2.5 45
0.0 0.0



Acknowledgements
  • Untuk informasi tentang diet: Walid Khairallah,M.D, Specialist Diabetes Endocrinologist, Joslin Diabetes Center – Bahrain Affiliate
  • Diabesity & Associated Disorders in Australia 2000 – The Accelerating Epidemic – The Australian Diabetes, Obesity & Lifestyle Report
  • Let’s Get Well – Diabetes is Not Always Permanent